Kecepatan dalam memikirkan desain dari setiap arsitek berbeda-beda. Demikian pula dengan ketepatan dalam memecahkan masalah desain juga berbeda pula. Setiap arsitek yang sering mengasah dan melatih diri dalam proses desain pasti akan lebih cepat dan tepat dalam menyelesaikan desain. setiap arsitek yang selalu terbuka untuk mempelajari hal baru pasti juga akan selalu lebih mudah menyelesaikan desain. setiap arsitek yang lebih sering berapresiasi dengan karya arsitektur pasti juga akan lebih tepat mendapatkan solusi desain.

Arsitektur perlu dipikirkan, dipelajari, dilatih dan diapresiasi. Berbagai catatan proses mempelajari arsitektur perlu direkam baik dalam gambar, tulisan maupun rekaman pikiran. Hasil pembelajaran arsitektur tersebut merupakan bank data yang sangat penting bagi arsitek untuk menetapkan solusi bagi desain yang sedang dihadapinya. Secara alami, lama waktu belajar dapat meningkatkan kompetensi menjadi lebih baik. Seorang mahasiswa semester akhir yang memiliki lama waktu belajar lebih dari mahasiswa semester awal pasti memiliki desain yang lebih baik. Seorang arsitek yang belajar dari pengalaman lebih banyak dari arsitek lain hampir pasti pula akan memiliki desain yang lebih baik.

Namun demikian, tolok ukur waktu di atas juga dipengaruhi oleh sikap mental dan kemauan dalam belajar. Mahasiswa di semester akhir yang belajarnya lama dapat saja menghasilkan desain yang lebih buruk daripada mahasiswa di semester awal jika cara belajarnya salah dan tidak terkendali. Kebanyakan arsitek profesional yang desainnya baik ditentukan oleh ketepatannya dalam belajar dari pengalaman.
