Setiap manusia pasti memiliki konsep dalam kehidupan, konsep ini akan berbeda sesuai dengan latar belakang dan persetujuan manusia terhadap sebuah prinsip. Demikian pula arsitektur sebagai hasil karya manusia, juga tidak akan pernah terlepas dari konsep. Arsitektur tanpa konsep hanya akan menjadi karya kosong yang hanya pantas pula disebut sebagai ’bangunan’ saja.

Konsep dapat dicari dan diterapkan dalam desain arsitektur melalui beberapa jalur yang ingin ditonjolkan. Sebuah desain yang mengutamakan konsep bentuk dengan olah geomettri selayaknya secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang khas dalam olah geometrinya. Sebuah desain yang mengutamakan konsep penetapan aktifitas akan pula menghasilkan karya arsitektur yang memiliki kekhususan dalam aktifitas. Jika konsep struktur tidak disentuh untuk diutamakan, hampir pasti karya tersebut juga tidak akan memiliki kekhususan dalam rekayasa struktur. Begitu besarnya peran konsep dalam perwujudan arsitektur.

Desainer dapat memilih konsep dalam sudut pandang apapun, dan apapun pilihannya, kualitas arsitektur akan dapat dinilai dari konsep yang diutamakan. Jika konsep olah geometri yang diutamakan sedang di saat mendesain tergoda dengan kopsep rekayasa struktur, maka menjadi berkuranglah kualitasnya. Namun demikian, dalam proses desain seorang arsitek dapat saja merubah konsep jika konsep awal yang ditetapkan terasa kurang memenuhi ide yang ingin ditampilkan.
Arsitek dapat pula berpendapat bahwa konsep itu tidak perlu, dalam kasus ini arsitek tersebut sebenarnya sudah memiliki konsep yaitu : ’tidak perlu konsep’, tinggal dilihat saja konsistensinya.